Polisi Padang Menciduk Pelaku Begal di Bawah Umur, Todong Sajam ke Arah Korban

oleh -
GPP, 16 pelaku begal di Padang, Sumatera Barat tertangkap polisi setelah beraksi di kawasan Pantai Air Manis, Kota Padang.
GPP, 16 pelaku begal di Padang, Sumatera Barat tertangkap polisi setelah beraksi di kawasan Pantai Air Manis, Kota Padang.

SEMANGATNEWS.COM – Seorang pelaku begal di Padang, Sumatera Barat tercidukdi daerah Ujung Tanah, Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang, Rabu (18/11/2020).

Ketika anggota Satrekrim Polresta Padang, Sumbar berhasil melakukan pengembangan Pukul 21.00 WIB.

Polisi membekuk pelaku berinisial GPP, 16 setelah mengantongi laporan korban bernama Robi.

Baca juga: Memuaskan Nafsunya di Warnet, Pelaku Cabul di Padang Membayar Korban 100 Ribu

Baca Juga:  Gubernur Mahyeldi: Untuk Kemajuan Daerah Dibutuhkan Kolaborasi dan Sinergitas Semua Pihak

Sepeda motor korban dirampas sekelompok orang di kawasan Pantai Air Manis saat melintas di daerah itu.

“Segerombolan orang memepetnya dan menodongkan senjata tajam ke arah korban,” kata Kasatreskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda, Kamis (19/11/2020).

Korban melarikan diri karena ketakutan, sekolompok orang termasuk tersangka GPP membawa kabur sepeda motor korban ke arah Lubuk Begalung.

Baca Juga:  Kepala BNPB Ajak Tanami Pohon Pinggiran Pantai, Gubernur Sumbar Katakan Perlu Jadi Gerakkan Bersama.

Baca juga: Polisi di Padang Gulung Penjaga Warnet, Cabuli Anak Saat Main Game

Setelah pengembangan laporan korban didapat informasi bila motor korban terlihat di kawasan Lubuk Begalung.

“Anggota kemudian melakukan pengejaran dan mendapati seorang tersangka sedang duduk di atas sepeda motor tersebut,” ujar Rico.

Kini tersangka GPP bersama barang bukti, satu unit sepeda motor korban berada di Mapolresta Padang.

Baca Juga:  Wali Kota Hendri Septa : Jabatan Itu Bukan Hak Akan Tetapi Sebuah Amanah Dengan Dedikasi Kerja ASN

Baca juga: Lima Anak di Padang Korban Pencabulan Penjaga Warnet, Polisi Bekuk Setelah Orang Tua Melapor

Atas perbuatannya, tersangka terancam Pasal 365 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. (gon)