Proklamator RI Bung Hatta, Mohammad Natsir dan Burhanuddin Harahap Hingga Irwan Prayitno Pernah Bersekolah SMP Negeri 1 Padang yang Kini Terus Berbenah.

by -
Proklamator RI Bung Hatta, Mohammad Natsir dan Burhanuddin Harahap Hingga Irwan Prayitno Pernah Bersekolah SMP Negeri 1 Padang yang Kini Terus Berbenah.
Tiga diantara tokoh nasional yang perneh menempuh pendidikan si SMP Negeri 1 Padang, kiri Proklamator Bung Hatta, Mohammad Natsir (tengah) dan paling kanan Burhanuddin Harahap

PADANG, SEMANGATNEWS.COM – Terletak di jalan utama Jenderal Sudirman No. 3 kota Padang, Sumatera Barat, SMP Negeri 1 Padang merupakan satu diantara banyak sekolah di tanah air yang memiliki sejarah penting di tanah air.

Baca Juga: Alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Angkatan 92 Mengunjungi Keluarga dan Makam Nia Kurnia Sari Penghafal 30 Juz Al Qur’an dan Pedagang Gorengan di Kayu Tanam   

Betapa tidak, di era zaman penjajahan sekolah ini pernah di jadikan basis gerakan militer rakyat dalam mengusir penjajahan Belanda di Kota Padang. Di sekolah ini pula awalnya bernama MULO  saat penjajahan Belanda. Kemudian berganti nama setelah Indonesia merdeka menjadi Perguruan Menengah Indonesia atau dikenal dengan Permindo. Dan berubah lagi menjadi SLTPN 1 Padang hingga akhirnya menjadi SMP Negeri 1 Padang.

Kepala SMP Negeri 1 Padang, Dewi Anggraini
Kepala SMP Negeri 1 Padang, Dewi Anggraini

Menurut Kepala SMP Negeri 1 Padang, Dewi Anggraini yang dihubungi Semangatnews. com, Jumat, (25/10/24) menyebutkan, dari catatan yang ada sejumlah tokoh penting di tanah air pernah bersekolah disini diantaranya proklamator RI, Bung Hatta, mantan Perdana Menteri Indonesia, Mohammad Natsir, Burhanuddin Harahap hingga mantan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan beberapa nama lainnya.

Dalam catatan sejarah, tahun 1916 pemerintah kolonial Hindia Belanda mendirikan sekolah Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) pada sebuah bangunan yang didirikan tahun 1895 di Jalan Belantoeng, Padang.  Tahun 1943, pemerintahan pendudukan Jepang di Sumatera Barat sekolah MULO berganti nama menjadi Tyu Gakko (sekolah menengah laki-laki) di sebelahnya dijadikan Zyu Gakko (sekolah menengah perempuan) saat itu.

Diantara Lomba yang pernah diikuti peserta didik SMP Negeri 1 Padang
Diantara Lomba yang pernah diikuti peserta didik SMP Negeri 1 Padang

Terbentuknya sekolah ini berkaitan keberadaan Perguruan Menengah Indonesia (Permindo) tahun 1949 oleh tokoh-tokoh Republik di Padang. Sebelumnya, sekolah-sekolah di Padang masih menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar kecuali Adabiah School, yang telah berbahasa pengantar Indonesia. Tanggal 2 Mei 1949, beberapa tokoh Republik termasuk para guru membuka sekolah Perguruan Menengah Indonesia bertempat di gedung Persatuan Guru Agama Islam (PGAI) di Jati, Padang Timur.

Setelah Konferensi Meja Bundar, pemerintah Hindia Belanda memindahkan gedung Permindo ke Jalan Balantuang, kemudian berubah menjadi Jalan Soekarno sebelum akhirnya menjadi Jalan Sudirman. Pada 2 Januari 1950, Permindo secara resmi terpisah menjadi SMP dan SMA yang masing-masingnya berdiri 1 April 1950 berubah menjadi SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Padang.

Bertabur Bintang

Lebih tujuh dekade secara resmi SMP Negeri 1 Padang berdiri, sekolah ini peserta didiknya banyak meraih banyak prestasi, baik di tingkat kota Padang, provinsi bahkan di tingkat nasional, ujar Dewi panggilan akrab Kepsek SMP Negeri 1 Padang memaparkan. Tamatan SMP Negeri 1 Padang tahun pelajaran 2024 ini sebanyak 254 siswa melanjutkan pendidikan ke SMA negeri 1 Padang sebanyak 46 siswa, SMA Negeri 10 Padang 51 siswa, SMK Negeri Padang 25 siswa SMA Negeri lain di Sumbar sebanyak 68 siswa dan lainnya.

Diantara ruang belajar SMP Negeri 1 Padang
Diantara ruang belajar SMP Negeri 1 Padang

Sekolah yang telah memiliki 19 orang kepala sekolah sejak berdirinya secara resmi tahun 1950 silam, saat ini memiliki 826 siswa terdiri kelas VII 287 siswa, kelas VIII 272 siswa dan kelas IX 187 siswa.

Dengan rincian pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024 ini melalui jalur zonasi bagi peserta didik yang berdomisili dalam wilayah zonasi sebagaimana ditetapkan pemerintah daerah sebanyak 55 persen, jalur afirmasi dari keluarga ekonomi tidak mampu dan anak penyandang disabilitas sebanyak 17 persen, jalur prestasi 23 persen dan perpindahan orang tua/wali 5 persen yang diampu 50 guru dan 11 tenaga administrasi, tutur Dewi didampingi KTU Arnova Rosa dan salah seorang tenaga senior Erwan Effendi.

Disinggung prestasi peserta didik SMP Negeri 1 Padang terutama dalam beberapa tahun terakhir, diantaranya dua siswa SMP N 1 Padang terpilih mewakili Kota Padang dan Sumatera Barat mengikuti lomba Olimpiade Matematika Tingkat Nasional, di Jakarta Agustus 2024 lalu atas nama Rumaisya Hana Andira (14) dan Muhamad Rafif Barkah (14) kelas IX , juga meraih juara umum lomba fisika tingkat Sumatera Barat.

Pada sejumlah dua tahun sebelumnya, sekolah juga berhasil memenangkan medali emas silat tingkat nasional juara dua pencak silat nasional di Palembang, juara, meraih medali emas Taekwondo tingkat tingkat nasional, peserta Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat Nasional FLS2N SMP/MTs/Sederajat utusan Sumatera Barat dan lainnya.

Kini Terus Berbenah

Menghargai tokoh proklamtor RI, Bung Hatta, di halaman teras sekolah di jalan protokol kota Padang ini, dalam waktu dekat akan dipajang relief Bung Hatta sepanjang lebih kurang 19 meter berbahan perunggu yang menggambarkan perjalanan Bung Hatta semasa hidupnya yang dikerjakan pematung nasional asal urang awak bekerjasama dengan Pemko kata Padang. Bahkan pojok literasi Perpustakaan SMP Negeri 1 Padang juga dinamai Bung Hatta. Dan di beberapa tempat di depan terdapat juga potret Bung Hatta dengan slogannya.

Di sejumlah ruang kelas, teras dan lainnya di SMP Negeri 1 Padang juga kini sedang berbenah dengan tidak merusak bentuk fisik bangunan karena bangunan SMP Negeri 1 Padang merupakan salah satu cagar budaya yang ada di Sumatera Barat dengan mengganti sejumlah komponen seperti lantai keramik yang telah mulai rusak dan sejumlah hal lainnya yang Insya Allah dalam waktu dekat selesai dikerjakan, ujar Dewi yang telah menjadi Kepala Sekolah sejak dua tahun silam menambahkan. (Muharyadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.